Bayangkan kamu masuk ke ruang pendaftaran klinik. Berkas pasien bertumpuk tanpa map, tanpa label, tanpa urutan. Mau cari data satu orang saja, rasanya seperti mencari kunci motor di pagi hari. Halaman web yang dibuat tanpa struktur HTML yang jelas bernasib sama: isinya ada, tapi susah dibaca, susah dirawat, dan membingungkan mesin pencari maupun pembaca layar.
Kabar baiknya, kamu tidak perlu jadi programmer senior untuk merapikannya. Di artikel ke-3 dari seri "Pemrograman Web D4 MIK" ini, kamu akan membangun kerangka halaman pasien dari nol memakai XAMPP dan Sublime Text, lengkap dengan heading, list, tabel, dan link. Semua pakai data fiktif, jadi aman dicoba.
Memahami Struktur HTML: Denah Gedung Halaman Webmu
Anggap halaman web seperti gedung klinik. Ada pintu masuk, lobi, ruang poli, dan papan petunjuk. HTML adalah denah gedungnya. Browser membaca denah itu dan menampilkannya ke pengunjung. Setiap bagian dibungkus tag, yaitu penanda yang diawali < dan diakhiri >.
Berikut gambaran kerangka halaman pasien yang akan kita buat. Visualnya pakai ASCII art supaya kamu bisa melihat urutannya sebelum mengetik kode:
+--------------------------------+ | HEADER (h1 Klinik Sehat) | +--------------------------------+ | NAV (link antar bagian) | +--------------------------------+ | MAIN | | +-- SECTION Profil (ul) | | +-- SECTION Kunjungan (table) | +--------------------------------+ | FOOTER (hak cipta, link) | +--------------------------------+
Supaya tidak bingung, kenali dulu "empat bahan dasar" yang akan kita pakai:
Perhatikan juga tag <header>, <nav>, <main>, dan <footer> di diagram tadi. Tag ini disebut tag semantik: namanya langsung memberi tahu fungsi bagiannya. Analogikan dengan papan nama di klinik. Tulisan "Loket Pendaftaran" jauh lebih jelas daripada papan kosong bertuliskan "Ruang 1". Dengan tag semantik, struktur HTML yang kamu tulis mudah dibaca oleh teman satu kelompok, dosen, bahkan dirimu sendiri tiga minggu lagi.
Praktik Membuat Struktur HTML Halaman Pasien Langkah demi Langkah
Saatnya ke laboratorium komputer. Ikuti urutan berikut, jangan lompat-lompat, dan cek hasilnya di browser setiap selesai satu langkah.
C:\xampp\htdocs\, lalu buat folder baru bernama klinik. Semua file latihan kita simpan di sini.C:\xampp\htdocs\klinik\pasien.html, lalu ketik kerangka ini:Buka http://localhost/klinik/pasien.html di browser. Hasil yang diharapkan: judul besar "Klinik Sehat Sentosa", satu baris keterangan di bawahnya, dan teks hak cipta di bagian bawah. Judul tab browser juga berubah sesuai <title>.
h1 satu kali saja per halaman, lalu turun berurutan ke h2, h3. Heading bukan alat untuk membesarkan huruf. Ia membentuk "daftar isi tersembunyi" yang dipakai mesin pencari dan screen reader untuk memahami struktur HTML halamanmu. Di W3C WAI, ini dibahas sebagai prinsip dasar aksesibilitas.isi halaman... di dalam <main> dengan bagian profil pasien:Muat ulang browser dengan F5. Kamu akan melihat daftar bertitik untuk profil dan daftar bernomor untuk alur pelayanan. Pakai ul kalau urutan tidak penting, dan ol kalau urutan wajib diikuti.
<main>:Hasilnya: tabel dengan garis tipis, judul kolom tebal, dan tiga baris kunjungan. Atribut border dan cellpadding kita pakai sementara supaya tabel terlihat jelas. Merapikan tampilan lewat CSS akan kita bahas di artikel lain dalam seri ini.
<nav> di antara </header> dan <main>. Link #profil melompat ke section di halaman yang sama (lewat atribut id), sedangkan link kedua membuka situs luar:Hasil akhir yang diharapkan: satu halaman utuh dengan judul klinik di atas, menu tiga link, daftar profil, alur pelayanan bernomor, tabel tiga kunjungan, dan footer. Kalau tampilannya masih polos dan hitam-putih, itu normal. Kita memang baru membangun tulang dulu. Warna dan tata letak menyusul setelah struktur HTML-nya kokoh, seperti membangun gedung: pondasi dulu, cat belakangan.
Kapan Pakai List, Kapan Pakai Tabel dalam Struktur HTML?
Pertanyaan klasik dari mahasiswa baru: "Data pasien ini enaknya pakai list atau tabel?" Jawabannya tergantung bentuk datanya. Salah memilih memang tidak membuat halaman error, tapi pembaca jadi sulit memindai informasi, dan pembaca layar membacakan data dengan urutan yang membingungkan. Memilih elemen yang tepat adalah bagian penting dari struktur HTML yang baik. Pakai kacamata analisis berikut, lalu coba terapkan pada data pasien di latihanmu.
Contoh: daftar alergi, keluhan utama, langkah pendaftaran.
Contoh: riwayat kunjungan, jadwal dokter, hasil lab.
Error yang Sering Muncul & Cara Mengatasinya saat Menyusun Struktur HTML
Hampir semua mahasiswa pernah mengalaminya, jadi tenang. Cek tabel ini sebelum panik:
📝 Latihan Mandiri: Kembangkan Struktur HTML Halamanmu
- Tambah pasien baru. Buat file
pasien2.htmldengan kerangka yang sama untuk pasien fiktif lain, lengkap dengan profil dan minimal 4 baris riwayat kunjungan. - Tabel jadwal poli. Buat
jadwal.htmlberisi tabel jadwal dokter (kolom: Poli, Hari, Jam). Gunakan<caption>,<thead>, dan<tbody>. - Hubungkan halamanmu. Tambahkan menu
<nav>di ketiga file supaya bisa saling berpindah lewat link relatif, misalnya<a href="jadwal.html">Jadwal</a>.
header, main, dan footer, menata profil dengan heading dan list, menampilkan riwayat kunjungan dengan tabel, lalu menghubungkan semuanya lewat link.- MDN Web Docs, HTML: HyperText Markup Language. developer.mozilla.org/en-US/docs/Web/HTML
- W3C Web Accessibility Initiative, Web Accessibility Tutorials: Tables. w3.org/WAI/tutorials/tables
- WHATWG, HTML Living Standard. html.spec.whatwg.org
No comments:
Post a Comment