Pernah nulis artikel panjang, publish, tapi pengunjungnya cuma... kamu sendiri? 😅 Itu bukan salah tulisanmu — kemungkinan besar kamu belum melakukan riset keyword tools SEO yang tepat sebelum nulis. Keyword itu seperti GPS-nya konten: tanpa arah yang benar, seindah apapun tulisanmu, Google tidak akan tahu harus membawanya ke mana.
Di artikel ke-11 dari seri 30 Artikel Belajar SEO: SEO From Zero to Zorro ini, kita akan bedah tiga tools riset keyword paling populer — Google Keyword Planner (gratis), Ubersuggest (freemium), dan Ahrefs (berbayar) — lengkap dengan cara pakainya langkah demi langkah. Kamu bisa pilih sesuai budget dan kebutuhanmu.
Riset keyword adalah proses menemukan kata atau frasa yang diketik orang di mesin pencari ketika mencari informasi tertentu. Tujuannya: menulis konten yang menjawab apa yang benar-benar dicari audiensmu — bukan yang kamu kira mereka cari.
🔍 Kenapa Riset Keyword Itu Wajib Sebelum Nulis?
Bayangkan kamu buka warung makan. Kamu masak sop buntut super enak, tapi di daerah kamu semua orang lagi pengen rawon. Warungmu sepi bukan karena masakanmu jelek — tapi karena kamu nggak riset dulu apa yang orang mau.
Sama persis dengan konten blog. Riset keyword lewat tools SEO membantu kamu menjawab tiga pertanyaan krusial:
- Seberapa banyak orang mencari topik ini? (Search Volume)
- Seberapa susah untuk masuk halaman 1 Google? (Keyword Difficulty)
- Apa niat orang saat mengetik keyword itu? (Search Intent)
Menurut data Ahrefs, 90,63% halaman di internet tidak pernah mendapat traffic dari Google sama sekali. Penyebab utamanya? Mereka tidak menargetkan keyword yang relevan atau memiliki search volume.
🛠️ Perbandingan Tools Riset Keyword SEO: Gratis vs Berbayar
Sebelum terjun ke cara pakainya, kamu perlu tahu dulu medan perangnya. Ini perbandingan ketiga tools yang akan kita bahas:
| Tool | Harga | Data Volume | Keyword Difficulty | Cocok Untuk |
|---|---|---|---|---|
| Google Keyword Planner | GRATIS | Range (misal: 1K–10K) | ❌ Tidak ada | Pemula, iklan Google Ads |
| Ubersuggest | FREEMIUM | Angka pasti (terbatas/hari) | ✅ Ada (SD Score) | Pemula–Menengah |
| Ahrefs | BERBAYAR | Angka presisi + tren | ✅ Ada (KD Score detail) | Menengah–Pro |
Kalau kamu masih pemula dan belum ada budget, mulai dari Google Keyword Planner + Ubersuggest versi gratis. Kombinasi keduanya sudah cukup untuk menemukan keyword yang bagus dan bisa ranking!
📊 Google Keyword Planner: Tools Riset Keyword Gratis dari Google
Google Keyword Planner (GKP) adalah tools riset keyword SEO yang dibuat langsung oleh Google — gratis, terpercaya, dan datanya langsung dari sumbernya. Kelemahannya: kamu perlu akun Google Ads aktif, dan volume yang tampil berupa range, bukan angka pasti.
Buka ads.google.com, buat akun, dan pilih opsi "Expert Mode". Kamu bisa skip langkah buat kampanye berbayar — cukup klik "Switch to Expert Mode" lalu "Create an account without a campaign".
Di dashboard Google Ads, klik menu Tools → Keyword Planner. Kamu akan melihat dua pilihan: "Discover new keywords" dan "Get search volume and forecasts".
Klik "Discover new keywords", masukkan 2–3 keyword awal (misalnya: cara belajar SEO, tips SEO pemula), pilih lokasi Indonesia, lalu klik "Get results".
Perhatikan kolom Avg. monthly searches dan Competition. Untuk blog pemula, fokus ke keyword dengan competition "Low" atau "Medium" dan search volume minimal 1.000/bulan.
Pilih keyword yang relevan, klik "Download keyword ideas" sebagai CSV. Simpan di spreadsheet untuk jadi bahan konten blogmu ke depannya.
Keyword Vol/Bln Competition
─────────────────────────────────────────────────────
belajar seo pemula 1K - 10K Low
cara riset keyword 100 - 1K Low
tools seo gratis 1K - 10K Low
google keyword planner 10K - 100K Medium
teknik seo on page 100 - 1K Low
🚀 Ubersuggest: Riset Keyword Tools SEO yang Ramah Pemula
Ubersuggest dibuat oleh Neil Patel — salah satu pakar SEO paling terkenal di dunia. Versi gratisnya memberi kamu data yang lebih konkret dibanding GKP: angka volume pasti, SEO Difficulty score, dan ide konten. Batasannya? Kamu hanya bisa melakukan 3 pencarian per hari di versi gratis.
Login dengan Google — gratis. Setelah masuk, langsung ke fitur Keyword Research → Keyword Overview.
Masukkan keyword target, atur bahasa ke Indonesian dan negara ke Indonesia. Klik "Search".
Perhatikan Search Volume (berapa banyak pencarian/bulan), SEO Difficulty (SD) dari 0–100 (makin rendah makin mudah ranking), dan CPC untuk indikator nilai komersial keyword.
Scroll ke bawah untuk lihat ide keyword terkait. Filter dengan SD ≤ 30 untuk keyword yang lebih mudah diranking bagi blog baru.
SD (SEO Difficulty) 0–29 = Mudah — cocok untuk blog baru.
SD 30–49 = Sedang — butuh konten berkualitas tinggi.
SD 50+ = Sulit — perlu authority domain yang kuat.
Untuk blog yang baru mulai, sasar keyword dengan SD di bawah 30 terlebih dahulu.
🏆 Ahrefs: Tools Riset Keyword SEO Profesional Tingkat Lanjut
Ahrefs adalah Ferrairinya tools SEO. Mahal? Iya — mulai $99/bulan. Tapi fiturnya tidak ada tandingannya: database keyword terbesar (20 miliar+ keyword), data backlink paling akurat, dan analisis kompetitor yang sangat mendalam.
Kabar baiknya: ada Ahrefs Webmaster Tools (AWT) yang gratis untuk pemilik website. Dan kamu bisa coba fitur Keywords Explorer terbatas lewat akun trial.
Masukkan keyword seed, pilih negara target. Kamu langsung dapat data: Volume, KD (Keyword Difficulty), CPC, dan SERP overview — siapa saja yang saat ini menempati halaman 1 untuk keyword itu.
Fitur ini menghasilkan ribuan variasi keyword dari satu seed. Kolom Questions sangat berguna untuk bikin artikel FAQ atau pillar content yang menjawab banyak pertanyaan sekaligus.
Masukkan domain kompetitormu, Ahrefs akan menunjukkan keyword yang mereka ranking tapi blog kamu belum punya. Ini cara paling cepat menemukan peluang konten baru!
Lihat halaman-halaman yang saat ini ranking, berapa traffic yang mereka dapat, dan berapa banyak backlink yang mereka punya. Dari sini kamu bisa realistis: apakah keyword ini bisa kamu saingi?
Jangan langsung kejar keyword dengan KD tinggi hanya karena volume pencariannya besar. Untuk blog baru, lebih baik ranking di posisi 1 untuk keyword dengan 200 pencarian/bulan daripada tidak ranking sama sekali untuk keyword dengan 50.000 pencarian/bulan.
Pakai Google Keyword Planner untuk menemukan keyword, lalu validasi dengan Ubersuggest gratis (3 pencarian/hari). Fokus pada keyword long-tail dengan volume rendah–sedang.
Upgrade ke Ubersuggest Pro (~$12/bulan). Kamu dapat data tak terbatas, analisis kompetitor dasar, dan laporan SEO website. Worth it untuk blogger serius.
Investasi di Ahrefs. Data lebih akurat, fitur lebih lengkap, dan ROI-nya terasa jika kamu mengelola banyak klien atau website dengan target traffic tinggi.
Gunakan GKP untuk menemukan ide keyword → Ubersuggest untuk validasi volume dan difficulty → Ahrefs untuk analisis kompetitor jika diperlukan. Workflow ini efektif bahkan untuk blogger yang sudah berpengalaman.
Artikel ini adalah bagian dari seri 30 Artikel Belajar SEO: SEO From Zero to Zorro — panduan SEO paling lengkap dalam Bahasa Indonesia yang dirancang khusus untuk pemula sampai mahir.
📖 Lihat Daftar Isi Lengkap Seri