java php laravel linux mysql sql bootstrap html css query java php laravel linux mysql sql bootstrap html css query

Monday, March 9, 2026

OJS access

Cara Mengatasi OJS Selalu Minta Login Saat Membuka Artikel – Cek Menu Site Access Options dan Database

Pendahuluan

Pada beberapa kasus di Open Journal Systems (OJS) 3.1.1.4, pengunjung diminta login terlebih dahulu saat membuka artikel, padahal jurnal menggunakan sistem open access.
Masalah ini biasanya terjadi setelah:

  • Update role user

  • Restore database

  • Migrasi server

  • Perubahan setting akses jurnal

  • Kesalahan pada menu Site Access Options

Artikel ini membahas solusi lengkap dari sisi:

  • ✅ Tampilan frontend / menu OJS

  • ✅ Pengaturan Site Administration

  • ✅ Query database MySQL

  • ✅ Audit tabel journal_settings, issues, dan published_submissions

Artikel ini menggunakan sistem
Open Journal Systems (OJS) 3.1.x

Penyebab OJS Meminta Login Saat Membuka Artikel

Biasanya masalah terjadi karena opsi pada menu:

Dashboard → Users & Roles  → Site Access Options

bagian:

Additional site and article access restrictions

Jika opsi ini aktif, maka pengunjung harus login untuk melihat artikel.

Solusi dari Frontend OJS

1. Masuk sebagai Site Administrator

Login sebagai admin, lalu buka:

Dashboard → Users & Roles  → Site Access Options

Scroll ke bagian:

Additional site and article access restrictions

Pastikan 2 opsi ini tidak dicentang:

[ ] Users must be registered and log in to view the journal site.
[ ] Users must be registered and log in to view open access content.

Jika kedua opsi ini dicentang, maka:

  • Semua halaman minta login

  • Artikel tidak bisa diakses tanpa akun

  • Reader dianggap tidak memiliki akses

Klik Save setelah mengubah.



Solusi dari Database MySQL

Setting di atas disimpan di tabel:

journal_settings

1. Cek Restriction di Database

Jalankan query:

SELECT journal_id, setting_name, setting_value
FROM journal_settings
WHERE setting_name IN (
  'restrictSiteAccess',
  'restrictArticleAccess',
  'restrictReviewerFileAccess'
);

Nilai yang benar:

restrictSiteAccess = 0
restrictArticleAccess = 0
restrictReviewerFileAccess = 0

Jika bernilai 1 maka login wajib.

2. Perbaiki Restriction lewat Query

UPDATE journal_settings
SET setting_value = '0'
WHERE setting_name IN (
  'restrictSiteAccess',
  'restrictArticleAccess',
  'restrictReviewerFileAccess'
);

Cek Access Status Issue

Kadang issue diset private.

Query:

SELECT issue_id, published, access_status
FROM issues;

Nilai normal:

published = 1
access_status = 0

Perbaiki:

UPDATE issues
SET access_status = 0
WHERE access_status <> 0;

Cek Access Status Artikel

Query:

SELECT article_id, access_status
FROM published_submissions;

Harus:

access_status = 0

Perbaiki:

UPDATE published_submissions
SET access_status = 0
WHERE access_status <> 0;

Cek Setting di site_settings

Kadang restriction tersimpan di level site.

SELECT *
FROM site_settings
WHERE setting_name LIKE '%restrict%';

Semua harus bernilai:

0

Jika tidak:

UPDATE site_settings
SET setting_value = '0'
WHERE setting_name LIKE '%restrict%';

Bersihkan Cache OJS

Setelah perubahan database, hapus cache:

Folder:

cache/t_cache/
cache/_db/

Jangan hapus:

cache/t_compile/

Kesimpulan

Masalah OJS selalu minta login saat membuka artikel biasanya disebabkan oleh:

  • Restrict site access aktif

  • Restrict article access aktif

  • Issue tidak open access

  • Article access_status bukan 0

  • Role Reader hilang

  • Cache belum dibersihkan

Solusi paling penting adalah memeriksa:

Site Administration → Site Access Options

dan memastikan opsi restriction tidak aktif.

Referensi

Open Journal Systems Documentation
PKP OJS 3.1 Access Settings
MySQL journal_settings OJS


Thursday, January 15, 2026

php artisan config

PHP Artisan Config Laravel
Cara Mengelola Konfigurasi dengan Benar

Kalau kamu pernah mengalami:

  • .env sudah diubah tapi Laravel tidak berubah

  • Database masih pakai setting lama

  • Mail tidak terkirim padahal config sudah benar

Hampir pasti masalahnya ada di config cache.

Dan solusinya selalu berkaitan dengan:

php artisan config

Apa Itu PHP Artisan Config di Laravel?

PHP Artisan Config Laravel adalah sistem untuk:

  • Mengelola file konfigurasi

  • Menghubungkan .env ke aplikasi

  • Menyimpan konfigurasi ke cache agar lebih cepat

Laravel tidak membaca .env secara langsung saat runtime.
Yang dipakai Laravel adalah file di folder config/.

.env hanya menjadi sumber data awal.

Perintah Penting PHP Artisan Config

Ini command yang wajib kamu tahu:

PerintahFungsi
php artisan config:clearHapus cache config
php artisan config:cacheSimpan semua config ke cache
php artisan config:show appLihat config tertentu
php artisan config:show databaseCek config database

Kenapa .env Kadang Tidak Berpengaruh?

Karena kamu pernah menjalankan:

php artisan config:cache

Saat config sudah dicache:

Laravel tidak lagi membaca .env
yang dibaca adalah file cache.

Itulah sebabnya setiap edit .env, kamu harus jalankan:

php artisan config:clear

Cara Update Konfigurasi dengan Benar

Workflow yang benar:

  1. Edit .env

  2. Jalankan:

    php artisan config:clear
    
  3. (Di production) Jalankan:

    php artisan config:cache
    

Ini memastikan Laravel membaca nilai terbaru.

Hubungan PHP Artisan Config dan Cache

Artikel PHP Artisan Cache Laravel yang kita buat sebelumnya sebenarnya bergantung penuh pada config.

Saat kamu jalankan:

php artisan config:cache

Laravel akan:

  • Membaca semua file di config/

  • Menggabungkannya

  • Menyimpannya ke dalam cache

Jadi:

Cache Laravel tidak akan benar jika config salah.

Itulah kenapa dua artikel ini saling menguatkan secara SEO dan teknis.

Cek Config yang Dipakai Laravel

Untuk memastikan Laravel membaca config yang benar:

php artisan config:show database

Kalau host atau database masih salah → config belum refresh.

Kesalahan Paling Sering

❌ Edit .env tapi lupa clear config

Laravel tetap pakai setting lama.

❌ Cache config di local

Menyebabkan perubahan tidak terlihat.

❌ Mengedit file config/*.php tapi tidak cache ulang

Di production perubahan tidak dipakai.

Best Practice Konfigurasi Laravel

Environmentconfig:cache
Local❌ Jangan
StagingOpsional
Production✅ Wajib

Penutup

Kalau aplikasi Laravel kamu:

  • Kadang error

  • Kadang pakai config lama

  • Kadang tidak konsisten

maka hampir pasti masalahnya ada di PHP Artisan Config Laravel.

Dan kalau kamu sudah menguasai:

Maka kamu sudah menguasai core engine Laravel

php artisan cache

PHP Artisan Cache Laravel
Cara Membuat Aplikasi Laravel Super Cepat

Kalau aplikasi Laravel kamu terasa lambat, sering reload lama, atau berat di server, besar kemungkinan kamu belum memanfaatkan cache dengan benar.

Dan di sinilah perintah:

php artisan cache

menjadi senjata rahasia developer profesional.

Apa Itu PHP Artisan Cache di Laravel?

PHP Artisan Cache Laravel adalah fitur untuk menyimpan data penting ke dalam memory atau file cache supaya Laravel tidak perlu memproses ulang setiap request.

Yang biasanya dicache:

  • Konfigurasi

  • Query database

  • View

  • Data API

  • Session

Tanpa cache, Laravel akan membaca file & database setiap kali request → boros resource.

Perintah Dasar PHP Artisan Cache

Berikut command yang paling sering dipakai:

PerintahFungsi
php artisan cache:clear-> Menghapus semua cache
php artisan config:cache-> Menyimpan config ke cache
php artisan route:cache-> Cache semua route
php artisan view:cache-> Cache blade view

Command ini biasanya dipakai saat:

  • Deploy ke server

  • Update konfigurasi

  • Perbaikan bug

Kenapa Cache Bisa Mempercepat Laravel?

Normalnya Laravel:

  1. Baca file .env

  2. Load config

  3. Load route

  4. Compile blade

  5. Query database

Kalau sudah dicache:

Laravel langsung ambil dari memory/file cache
tanpa parsing ulang.

Hasilnya:

  • Response lebih cepat

  • CPU lebih ringan

  • Server lebih hemat

Cache dan Config Laravel Itu Satu Paket

Banyak orang tidak sadar bahwa cache dan config saling terkait.

Saat kamu menjalankan:

php artisan config:cache

Laravel:

  • Membaca semua file di config/

  • Menggabungkannya

  • Menyimpannya ke cache

Kalau kamu mengubah .env atau file config tanpa clear cache, perubahan tidak akan terbaca.

Itulah sebabnya artikel ini harus selalu dibaca bersama:

PHP Artisan Config Laravel

Cara Reset Cache yang Benar

Saat aplikasi bermasalah, gunakan urutan ini:

php artisan cache:clear
php artisan config:clear
php artisan view:clear
php artisan route:clear

Ini akan membersihkan semua cache Laravel.

Setelah itu, untuk production, jalankan:

php artisan config:cache
php artisan route:cache
php artisan view:cache

Supaya aplikasi kembali cepat.

Kesalahan Fatal Saat Pakai Cache

❌ Mengedit .env tapi lupa clear cache

Akibatnya Laravel tetap pakai config lama.

❌ Pakai cache di development

Blade & route bisa tidak update.

❌ Cache di shared hosting tanpa permission

Akan muncul error file tidak bisa ditulis.

Best Practice Cache Laravel

EnvironmentCache
LocalJangan pakai
StagingOptional
ProductionWajib

Cache hanya untuk server yang sudah stabil.

Penutup

Kalau kamu sudah menguasai:

Maka kamu sudah memahami inti mesin Laravel.

saifiahmada.com adalah blog belajar programming Indonesia, membahas lengkap materi bahasa pemrograman: code HTML, CSS, Bootstrap, Desain, PHP, MySQL, coding Java, Query, SQL, dan dunia linux