Siapa Saja Pemainnya? Mengenal Entitas dan Atribut dalam ERD
Sebelum menggambar ERD, kenali dulu siapa saja yang berperan di pelayanan kesehatan dan data apa yang melekat pada mereka.
Pernah membayangkan apa yang terjadi kalau dua pasien bernama "Siti Aminah" datang ke loket pendaftaran pada hari yang sama? Tanpa pengenal unik, berkas rekam medis bisa tertukar. Itu bukan sekadar salah ketik, tetapi risiko keselamatan pasien. Di sinilah entitas dan atribut ERD berperan: entitas adalah "pemain" dalam sistem, sedangkan atribut adalah "identitas" yang melekat pada tiap pemain.
Artikel ini adalah Artikel 6 dari 16 seri Kuliah Basis Data untuk kamu mahasiswa D3 RMIK semester 3. Setelah membaca, kamu bisa mengidentifikasi entitas, menentukan atribut dan kuncinya, lalu menghubungkannya pada kasus pelayanan kesehatan sederhana.
Apa Itu Entitas dan Atribut ERD?
Entity Relationship Diagram (ERD) adalah diagram yang menggambarkan data apa saja yang perlu disimpan dan bagaimana data itu saling berhubungan. Model ini pertama kali diusulkan oleh Peter Chen pada 1976 (Chen, 1976). Dua bahan dasarnya adalah entitas dan atribut.
Entitas = objek atau konsep di dunia nyata yang datanya perlu kita catat dan bisa dibedakan dari objek lain. Contoh: Pasien, Dokter, Kunjungan.
Atribut = sifat atau keterangan yang menjelaskan sebuah entitas. Contoh: nama pasien, tanggal lahir, nomor rekam medis.
Analogi gampangnya begini. Bayangkan sebuah rumah sakit sebagai panggung drama. Entitas adalah para pemainnya: pasien, dokter, perawat. Atribut adalah kartu identitas tiap pemain: nama, umur, peran. Naskah yang mengatur siapa berinteraksi dengan siapa itulah hubungan (relationship), yang akan kita bahas lebih dalam di artikel berikutnya.
Langkah Menemukan Entitas dan Atribut ERD dari Kasus Pelayanan Kesehatan
Banyak mahasiswa bingung harus mulai dari mana. Pakai alur lima langkah ini, dan latihan dengan kasus berikut:
Dari kasus: pasien, loket, nomor rekam medis, dokter, kunjungan, diagnosis, tindakan, tanggal, Poli Umum.
Pasien, dokter, kunjungan, diagnosis, dan tindakan punya banyak keterangan, jadi calon entitas. "Tanggal" dan "nomor rekam medis" hanya keterangan, jadi calon atribut.
Tanya: "Keterangan ini milik siapa?" Tanggal lahir milik Pasien, sedangkan tanggal kunjungan milik Kunjungan.
Pilih atribut yang nilainya unik dan tidak pernah kosong. Untuk Pasien, pilih
no_rm, bukan nama."Pasien mendaftar kunjungan", "Dokter memeriksa pasien", "Kunjungan menghasilkan diagnosis dan tindakan".
Jenis Atribut dalam Entitas dan Atribut ERD: Dari Simpel sampai Turunan
Tidak semua atribut sama. Memahami jenisnya membantu kamu menghindari tabel yang berantakan ketika ERD diterjemahkan ke basis data (Elmasri & Navathe, 2016).
- Punya atribut sendiri lebih dari satu
- Perlu dicatat berulang-ulang
- Contoh: Diagnosis (kode ICD-10, nama diagnosis, jenis)
- Hanya keterangan satu nilai
- Tidak punya data pendukung sendiri
- Contoh: golongan_darah milik Pasien
Contoh Penerapan Entitas dan Atribut ERD pada Pelayanan Rawat Jalan
Dari kasus Poli Umum tadi, kita susun empat entitas utama. Inilah sketsa ERD berbentuk teks (notasi sederhana: PK = primary key, FK = foreign key, 1 = satu, N = banyak):
Perhatikan bahwa no_rm muncul lagi di Kunjungan sebagai FK. Itulah "benang merah" yang menyambungkan satu pasien ke seluruh riwayat kunjungannya. Kalau nanti ERD ini kamu ubah menjadi tabel, hasilnya kira-kira seperti kode berikut:
id_dokter. Ini fondasi untuk normalisasi di artikel-artikel berikutnya.Menentukan Hubungan: Pelengkap Entitas dan Atribut ERD
Entitas dan atribut baru separuh cerita. Pemain panggung perlu tahu siapa berinteraksi dengan siapa, dan seberapa banyak. Itulah fungsi kardinalitas, yaitu jumlah baris di satu entitas yang boleh berpasangan dengan baris di entitas lain (Elmasri & Navathe, 2016). Ada tiga jenis yang perlu kamu hafal:
Hubungan M:N paling sering bikin mahasiswa tersandung. Basis data relasional tidak bisa menyimpannya secara langsung. Solusinya, kamu membuat entitas penghubung di tengah. Misalnya, hubungan Kunjungan dan Diagnosis menjadi entitas DIAGNOSIS_KUNJUNGAN dengan atribut id_kunjungan, kode_icd10, dan jenis_diagnosis (utama atau sekunder). Perhatikan bahwa atribut jenis_diagnosis tidak milik Kunjungan maupun Diagnosis. Ia milik pasangan keduanya, dan itu bukti entitas penghubung memang punya atribut sendiri.
Latihan kecil untuk kamu: bagaimana dengan Kunjungan dan Tindakan medis, misalnya pemasangan infus atau penjahitan luka? Satu kunjungan bisa mencakup beberapa tindakan, dan satu jenis tindakan bisa dilakukan di banyak kunjungan. Ya, itu M:N. Coba tentukan atribut entitas penghubungnya, seperti jumlah tindakan dan waktu pelaksanaan. Tulis jawabanmu di komentar, nanti kita bahas bersama.
Cek Ulang: Daftar Periksa Sebelum Menggambar ERD
Sebelum melangkah ke gambar ERD lengkap, pastikan hasil identifikasimu lolos lima pertanyaan ini:
- Apakah setiap entitas punya atribut kunci yang unik?
- Apakah tiap atribut menempel pada satu entitas yang paling tepat?
- Apakah atribut turunan (seperti umur) sudah dikeluarkan?
- Apakah atribut komposit (seperti alamat) sudah kamu putuskan perlu dipecah atau tidak?
- Apakah setiap hubungan punya kata kerja yang jelas dan keterangan 1 atau N?
Kenapa semua ketelitian ini penting buat calon perekam medis? Karena rancangan data adalah fondasi mutu informasi. Kalau satu pasien tercatat dengan dua nomor rekam medis, riwayatnya terbelah dan dokter melihat gambaran yang tidak utuh. Kalau diagnosis disimpan sebagai teks bebas, laporan morbiditas jadi sulit dihitung. Sebaliknya, ketika entitas, atribut, dan kuncinya dirancang rapi sejak awal, pencarian riwayat, pelaporan, dan penelusuran berkas berjalan jauh lebih mulus. Jadi, anggap latihan ERD ini sebagai latihan menjaga kualitas data pasien, bukan sekadar tugas menggambar kotak dan garis.
Kesimpulan
Memahami entitas dan atribut ERD adalah langkah pertama merancang basis data yang rapi. Entitas adalah objek yang datanya kita catat, seperti Pasien, Dokter, Kunjungan, dan Diagnosis. Atribut adalah keterangan yang melekat padanya. Kunci unik seperti no_rm memastikan setiap pasien tidak tertukar. Hubungan antarentitas biasanya terbaca dari kata kerja dalam kasus.
Di artikel berikutnya, kamu akan menggambar semuanya menjadi ERD utuh. Sampai ketemu di sana!
Sudah bisa membedakan entitas dan atribut? Tulis contohmu di kolom komentar, dan bagikan artikel ini ke teman sekelasmu!
💬 Tulis Komentar 📤 Bagikan Artikel- Chen, P. P. S. (1976). The entity-relationship model: Toward a unified view of data. ACM Transactions on Database Systems, 1(1), 9–36.
- Connolly, T., & Begg, C. (2015). Database systems: A practical approach to design, implementation, and management (6th ed.). Pearson.
- Elmasri, R., & Navathe, S. B. (2016). Fundamentals of database systems (7th ed.). Pearson.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis.
- Silberschatz, A., Korth, H. F., & Sudarshan, S. (2020). Database system concepts (7th ed.). McGraw-Hill.