percabangan perulangan function php | java php laravel linux mysql sql bootstrap html css query java php laravel linux mysql sql bootstrap html css query: percabangan perulangan function php

Saturday, October 10, 2026

percabangan perulangan function php

🧠🏥
Artikel 5 dari 16 · Seri Pemrograman Web D4 MIK
Biar Web Makin Pintar: Percabangan, Perulangan, Array, dan Function PHP
(Contoh: Hitung Usia dan BMI Pasien)

Ajari halaman web klinikmu mengambil keputusan, mengulang tugas, menyimpan banyak data, dan menghitung otomatis lewat function PHP.

#Percabangan #Perulangan #Array #FunctionPHP
⏱️
± 9 menit
Estimasi baca
🎯
Pemula–Menengah
Level
📅
2026
Tahun

Bayangkan kamu petugas pendaftaran klinik yang harus menghitung usia dan BMI ratusan pasien setiap hari. Pakai kalkulator? Capek, dan rawan salah pencet. Di sinilah function PHP berperan: tulis rumusnya sekali, panggil berapa kali pun kamu mau.

Di artikel 5 dari 16 seri Pemrograman Web D4 MIK ini, kamu akan praktik membuat halaman web yang bisa mengambil keputusan (percabangan), mengulang tugas (perulangan), menyimpan banyak data (array), lalu membungkus semuanya dalam function. Semua pakai XAMPP dan Sublime Text, dengan data pasien fiktif. Baru belajar dan merasa logika itu menyeramkan? Tenang, artikel ini memang ditulis untuk kamu. Siap bikin webmu makin pintar?

Persiapan Praktikum: XAMPP, htdocs, dan Sublime Text

Seperti chef yang tidak mulai masak sebelum kompor menyala, kamu perlu memastikan Apache hidup dulu. Ikuti langkah ini di komputer laboratorium Windows:

1
Buka XAMPP Control Panel, lalu klik Start pada modul Apache sampai statusnya hijau.
2
Buka C:\xampp\htdocs, lalu buat folder klinik (lewati jika sudah ada dari artikel 4).
3
Buka Sublime Text, pilih File → Open Folder, lalu arahkan ke folder klinik.
4
Setiap kode di bawah disimpan sebagai file berekstensi .php di folder itu, lalu dibuka lewat http://localhost/klinik/namafile.php.
💡 Tips
Setelah mengubah kode, tekan Ctrl+S di Sublime Text, lalu F5 di browser. Banyak mahasiswa mengira kodenya error padahal belum disimpan.

Percabangan: Fondasi Sebelum Belajar Function PHP

Di IGD ada petugas triase: demam tinggi dan sesak masuk jalur merah, batuk ringan masuk jalur hijau. Itulah percabangan, yaitu logika "kalau... maka...". PHP menyediakan if, elseif, else, dan switch. Pahami ini dulu, karena hampir setiap function PHP yang berguna pasti berisi keputusan.

Kita mulai dari kategori BMI pasien. Buat file percabangan.php:

📄 percabangan.php
<?php
$nama = "Siti Aminah";   // data fiktif
$bmi  = 27.6;
$poli = "gigi";

// Percabangan if / elseif / else
if ($bmi < 18.5) {
    $status = "Berat badan kurang";
} elseif ($bmi < 25) {
    $status = "Normal";
} elseif ($bmi < 30) {
    $status = "Berat badan lebih";
} else {
    $status = "Obesitas";
}
echo "Pasien $nama memiliki BMI $bmi: <b>$status</b><br>";

// Percabangan switch
switch ($poli) {
    case "umum": echo "Poli Umum: Ruang 1"; break;
    case "gigi": echo "Poli Gigi: Ruang 2"; break;
    case "anak": echo "Poli Anak: Ruang 3"; break;
    default:     echo "Poli tidak dikenal";
}
?>
🖥️ Hasil yang diharapkan di browser:
Pasien Siti Aminah memiliki BMI 27.6: Berat badan lebih
Poli Gigi: Ruang 2

Perulangan dan Array: Bahan Baku Function PHP

Array itu seperti rak rekam medis: satu rak, banyak map pasien. Perulangan adalah petugas yang membuka map itu satu per satu tanpa kamu suruh berkali-kali. Array asosiatif memakai key bernama (misalnya "nama" dan "berat"), jadi datanya mudah dibaca. Nanti, setiap function PHP yang kamu buat akan memproses data dari array seperti ini.

StrukturFungsinyaContoh kasus klinik
if / elseif / elseMemilih satu jalur dari beberapa kondisiKategori BMI pasien
switchMencocokkan satu nilai dengan banyak pilihan tetapMenentukan ruang poli
for / whileMengulang dengan hitungan atau syaratMencetak nomor antrean 1–20
foreachMengulang setiap isi arrayMenampilkan daftar pasien
functionMembungkus kode agar bisa dipakai ulangHitung usia dan BMI

Sekarang kita tampilkan daftar pasien fiktif dalam tabel. Buat file array.php:

📄 array.php
<?php
$pasien = [
  ["nama" => "Siti Aminah",    "tgl_lahir" => "1990-05-14", "berat" => 68, "tinggi" => 157],
  ["nama" => "Budi Santoso",   "tgl_lahir" => "1985-11-02", "berat" => 58, "tinggi" => 172],
  ["nama" => "Rina Wulandari", "tgl_lahir" => "2001-03-21", "berat" => 45, "tinggi" => 160],
];

echo "<table border='1' cellpadding='8'>";
echo "<tr><th>No</th><th>Nama</th><th>Berat (kg)</th><th>Tinggi (cm)</th></tr>";

$no = 1;
foreach ($pasien as $p) {
    echo "<tr>";
    echo "<td>$no</td>";
    echo "<td>{$p['nama']}</td>";
    echo "<td>{$p['berat']}</td>";
    echo "<td>{$p['tinggi']}</td>";
    echo "</tr>";
    $no++;
}
echo "</table>";
?>
🖥️ Hasil yang diharapkan: tabel dengan 3 baris pasien (Siti Aminah 68 kg/157 cm, Budi Santoso 58 kg/172 cm, Rina Wulandari 45 kg/160 cm), nomornya urut 1 sampai 3.

Function PHP: Hitung Usia dan BMI Pasien Sekali Tulis

Pikirkan mesin kopi. Kamu memasukkan biji kopi (input), mesin bekerja, lalu keluar kopi (output). Kamu tidak perlu tahu cara kerja gilingannya setiap kali minum. Function PHP bekerja persis begitu: ia menerima data lewat parameter, memproses, lalu mengembalikan hasil lewat return.

📌 Konsep Utama: Function PHP
function namaFunction($parameter) { ...; return $hasil; }
[ berat, tinggi ] ──►  ┌──────────────┐  ──► [ BMI = 27.6 ]
   (parameter)         │  hitungBMI() │        (return)
                       └──────────────┘
🔍 Analisis: Tanpa Function vs Dengan Function
❌ Tanpa function
Rumus BMI ditulis ulang untuk tiap pasien. Untuk 100 pasien ada 100 salinan rumus. Rumus berubah? Kamu mengedit 100 tempat.
✅ Dengan function
Rumus ditulis sekali di hitungBMI(). Untuk 100 pasien kamu cukup 100 kali memanggil. Rumus berubah? Edit satu tempat saja.

Sekarang kita gabungkan semuanya: percabangan, perulangan, array, dan function. Ikuti langkah berikut:

1
Buat file baru fungsi_pasien.php di folder klinik.
2
Tulis hitungUsia(). Function ini memakai class DateTime bawaan PHP, lalu mengambil selisih tahun lewat diff().
3
Tulis hitungBMI() dengan rumus berat (kg) dibagi tinggi (m) kuadrat, dibulatkan satu desimal memakai round().
4
Tulis kategoriBMI() yang berisi percabangan dari bagian sebelumnya.
5
Panggil ketiganya di dalam foreach, simpan, lalu buka http://localhost/klinik/fungsi_pasien.php.
📄 fungsi_pasien.php
<?php
function hitungUsia($tglLahir) {
    $lahir   = new DateTime($tglLahir);
    $hariIni = new DateTime();
    return $lahir->diff($hariIni)->y;
}

function hitungBMI($berat, $tinggiCm) {
    $tinggiM = $tinggiCm / 100;
    return round($berat / ($tinggiM * $tinggiM), 1);
}

function kategoriBMI($bmi) {
    if ($bmi < 18.5) {
        return "Berat badan kurang";
    } elseif ($bmi < 25) {
        return "Normal";
    } elseif ($bmi < 30) {
        return "Berat badan lebih";
    }
    return "Obesitas";
}

$pasien = [
  ["nama" => "Siti Aminah",    "tgl_lahir" => "1990-05-14", "berat" => 68, "tinggi" => 157],
  ["nama" => "Budi Santoso",   "tgl_lahir" => "1985-11-02", "berat" => 58, "tinggi" => 172],
  ["nama" => "Rina Wulandari", "tgl_lahir" => "2001-03-21", "berat" => 45, "tinggi" => 160],
];

echo "<h3>Rekap Pasien Hari Ini</h3>";
echo "<table border='1' cellpadding='8'>";
echo "<tr><th>Nama</th><th>Usia</th><th>BMI</th><th>Kategori</th></tr>";

foreach ($pasien as $p) {
    $usia = hitungUsia($p['tgl_lahir']);
    $bmi  = hitungBMI($p['berat'], $p['tinggi']);
    echo "<tr>";
    echo "<td>{$p['nama']}</td>";
    echo "<td>$usia tahun</td>";
    echo "<td>$bmi</td>";
    echo "<td>" . kategoriBMI($bmi) . "</td>";
    echo "</tr>";
}
echo "</table>";
?>
🖥️ Hasil yang diharapkan (usia dihitung per Oktober 2026, jadi angkamu mengikuti tanggal komputer):
Siti Aminah · 36 tahun · 27.6 · Berat badan lebih
Budi Santoso · 40 tahun · 19.6 · Normal
Rina Wulandari · 25 tahun · 17.6 · Berat badan kurang
⚡ Insight Penting
Programmer menyebut prinsip ini DRY (Don't Repeat Yourself). Function PHP membuat kodemu lebih pendek, lebih mudah diuji, dan lebih mudah dirawat. Di sistem rekam medis sungguhan, satu rumus yang salah bisa berdampak ke semua pasien, jadi memperbaikinya di satu tempat itu penting.
🔥 Fakta Menarik
Rumus BMI berasal dari "indeks Quetelet", dirumuskan ahli statistik Belgia Adolphe Quetelet pada abad ke-19. Jadi function yang baru kamu tulis memakai rumus yang usianya lebih dari seratus tahun.
⚠️ Perhatian
BMI hanyalah alat skrining, bukan diagnosis. Ambang batas pada contoh ini mengikuti klasifikasi umum WHO, sedangkan pedoman nasional bisa sedikit berbeda, jadi cek pedoman yang dipakai fasilitas kesehatanmu. Selama praktikum, selalu pakai data fiktif dan jangan pernah menaruh data pasien asli di file latihan.

Error yang Sering Muncul pada Function PHP & Cara Mengatasinya

Muncul tulisan merah atau kuning di browser itu normal, bahkan programmer berpengalaman melihatnya setiap hari. Anggap saja pesan itu petunjuk arah, bukan vonis.

Pesan errorPenyebab umumCara mengatasi
Call to undefined function hitungUsia()Salah ketik nama function, atau function belum ditulisSamakan ejaan dan huruf besar-kecil nama function
Undefined variable $beratVariabel di luar function tidak terbaca di dalamnya (scope)Kirim nilai lewat parameter, jangan mengandalkan variabel luar
Undefined array key "nama"Key array salah ketikCocokkan key di pemanggilan dengan key di array
Division by zeroTinggi badan bernilai 0 saat menghitung BMITambahkan if ($tinggiCm > 0) sebelum menghitung
Cannot redeclare hitungBMI()Function dengan nama sama ditulis dua kaliHapus salah satu atau beri nama berbeda
Parse error: syntax errorKurang titik koma, kurung, atau tanda kutipCek baris yang disebut pesan, juga baris tepat di atasnya

Latihan Mandiri: Uji Function PHP Buatanmu

Tugas 1. Buat kategoriUsia($usia): Anak (kurang dari 12), Remaja (12–17), Dewasa (18–59), Lansia (60 ke atas). Tampilkan sebagai kolom baru di tabel rekap.
Tugas 2. Tambahkan 2 pasien fiktif ke array, lalu buat hitungRataBMI($daftarPasien) yang mengembalikan rata-rata BMI semua pasien.
Tugas 3. Buat cetakKartuPasien($pasien) yang menampilkan nama, usia, BMI, dan kategori dalam bentuk kartu HTML. Jika kategorinya bukan Normal, tambahkan pesan "Disarankan konsultasi gizi".
🚀

Kesimpulan: Function PHP Bikin Web Kamu Makin Pintar

Hari ini kamu sudah memakai percabangan untuk mengambil keputusan, perulangan untuk memproses data, array untuk menyimpan banyak pasien, dan function untuk membungkus rumus usia dan BMI. Ingat polanya: parameter masuk, proses, return keluar. Dengan function PHP, kodemu lebih rapi, bebas pengulangan, dan siap dipakai ulang di halaman klinik berikutnya.

Bagian mana yang paling bikin kamu mikir keras? Ceritakan di kolom komentar, dan bagikan artikel ini ke temanmu yang sedang ngoding juga!

💬 Tulis Komentar 🔗 Bagikan Artikel
#PemrogramanWeb #D4MIK #PercabanganPHP #ArrayPHP #HitungBMI
🏷️ Label: Function PHP Percabangan & Perulangan PHP Array PHP Hitung Usia dan BMI Pasien
📚 Referensi
📚
Pemrograman Web D4 MIK

Artikel ini bagian dari seri 16 artikel. Lihat urutan lengkap materi di Daftar Isi.

Buka Daftar Isi Artikel →

No comments:

Post a Comment

saifiahmada.com adalah blog belajar programming Indonesia, membahas lengkap materi bahasa pemrograman: code HTML, CSS, Bootstrap, Desain, PHP, MySQL, coding Java, Query, SQL, dan dunia linux