Kuliah Basis Data · Artikel 10 dari 16
Beres-beres Tabel: Menata Data Mentah ke 1NF dan 2NF
Dari tabel kunjungan pasien yang berantakan menjadi struktur rapi, selangkah demi selangkah.
Pernah membuka tabel kunjungan pasien lalu menemukan kolom diagnosis berisi "J00, I10, E11" sekaligus dalam satu sel? Coba cari semua pasien hipertensi dari tabel itu. Bisa, tapi capek, dan hasilnya rawan meleset. Itulah tanda data mentah belum dirapikan. Artikel ini membahas normalisasi 1NF dan 2NF khusus untuk kamu, mahasiswa D3 RMIK semester 3, memakai data registrasi, kunjungan, dan diagnosis yang akan kamu temui di fasilitas pelayanan kesehatan.
๐ Artikel ini bagian dari seri Kuliah Basis Data (Artikel 10 dari 16). Sub-CPMK T3: kamu mampu mengubah data tidak ternormalisasi menjadi 1NF dan 2NF.
Kenapa Normalisasi 1NF dan 2NF Dibutuhkan di Rekam Medis?
Bayangkan lemari arsip puskesmas. Kalau satu map berisi data pasien, riwayat dokter, dan daftar penyakit bercampur, mencari satu informasi jadi lama, dan mengubahnya berisiko salah. Normalisasi adalah proses "beres-beres" itu: memecah tabel besar menjadi tabel kecil yang masing-masing mengurus satu hal (Date, 2003; Silberschatz dkk., 2019). Konsep dasarnya berasal dari model relasional Codd (1970).
1NF: setiap sel hanya berisi satu nilai (atomik), tidak ada kelompok kolom berulang, dan setiap baris bisa dibedakan lewat primary key.
2NF: sudah 1NF, dan setiap kolom non-kunci bergantung pada seluruh primary key, bukan hanya sebagian (tidak ada ketergantungan parsial).
Ini data mentah kita, hasil salinan buku register rawat jalan yang diketik ke satu tabel:
Langkah Normalisasi 1NF: Satu Sel, Satu Nilai
Lihat baris K001: dua diagnosis menumpuk di satu sel. Ini melanggar 1NF. Analoginya seperti satu kotak obat yang isinya parasetamol dan amlodipin dicampur, apoteker pasti sulit menghitung stoknya. Perbaiki dengan empat langkah:
diagnosis (isi lebih dari satu nilai, plus kode dan nama digabung).kode_icd dan nama_penyakit sebagai kolom sendiri.(no_kunjungan, kode_icd).Dari 1NF ke 2NF: Memutus Ketergantungan Parsial
Tabel 1NF kita sudah lebih rapi, tetapi masih boros. Nama Siti Aisyah dan dr. Budi tertulis berulang di setiap diagnosis. Penyebabnya adalah ketergantungan fungsional parsial: ada kolom yang hanya bergantung pada sebagian primary key. Analoginya seperti kartu antrean: nama pasien cukup ditentukan oleh nomor kunjungan, tidak perlu menunggu kode ICD.
| Ketergantungan | Jenis | Tindakan |
|---|---|---|
| no_kunjungan → no_rm, nama_pasien, kode_dokter, nama_dokter | Parsial (bagian PK) | Pindah ke tabel kunjungan |
| kode_icd → nama_penyakit | Parsial (bagian PK) | Pindah ke tabel ref_icd |
| (no_kunjungan, kode_icd) → (tidak ada kolom lain) | Penuh | Jadi tabel diagnosis_kunjungan |
kunjungan sudah 2NF, tetapi nama_pasien masih bergantung pada no_rm, dan nama_dokter pada kode_dokter. Itu ketergantungan transitif, tugas 3NF di artikel berikutnya.
Cek Cepat Normalisasi 1NF dan 2NF dengan Tabel Pembanding
Praktikkan sekarang: ambil satu tabel dari formulir registrasi yang pernah kamu lihat, lalu tuliskan primary key-nya. Tanyakan pada tiap kolom, "kamu bergantung pada seluruh kunci atau sebagian saja?" Dua pertanyaan itu sudah cukup untuk 80% kasus 2NF di laporan praktikum.
Kesimpulan
Normalisasi 1NF dan 2NF membuat data kunjungan lebih mudah dicari, hemat tempat, dan aman diubah. 1NF memastikan satu sel satu nilai, sedangkan 2NF memisahkan kolom yang hanya bergantung pada sebagian primary key. Hasilnya tiga tabel: ref_icd, kunjungan, dan diagnosis_kunjungan.
Menurutmu, bagian mana yang paling membingungkan: 1NF atau 2NF? Tulis di kolom komentar, dan bagikan artikel ini ke teman sekelasmu.
Lanjut ke 3NF ๐- Codd, E. F. (1970). A relational model of data for large shared data banks. Communications of the ACM, 13(6), 377–387.
- Date, C. J. (2003). An Introduction to Database Systems (8th ed.). Addison-Wesley.
- Silberschatz, A., Korth, H. F., & Sudarshan, S. (2019). Database System Concepts (7th ed.). McGraw-Hill.
- Elmasri, R., & Navathe, S. B. (2016). Fundamentals of Database Systems (7th ed.). Pearson.
- Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis.
Daftar Isi Kuliah Basis Data
Lihat seluruh 16 artikel dalam seri ini dan temukan urutan belajarnya.
Buka Daftar Isi
No comments:
Post a Comment