dml insert update delete select | java php laravel linux mysql sql bootstrap html css query java php laravel linux mysql sql bootstrap html css query: dml insert update delete select

Monday, October 5, 2026

dml insert update delete select

🗄️✍️

Kuliah Basis Data · Artikel 14 dari 16

INSERT, UPDATE, DELETE, SELECT: Empat Jurus Mengelola Data dengan DML

Cara memasukkan, mengubah, menghapus, dan membaca data pasien dengan SQL, tanpa deg-degan.

#DML #SQL #RekamMedis #BasisData
⏱️ 9 mnt
Estimasi baca
🎓 Dasar
Level · Semester 3 D3 RMIK
📅 2026
Tahun terbit

Bayangkan kamu bertugas di bagian pendaftaran sebuah puskesmas. Pasien bernama Siti datang, tapi kamu salah mengetik tanggal lahirnya. Di antrean yang sama, pasien lain minta datanya dihapus karena merasa sudah pindah domisili. Satu perintah yang salah, dan riwayat berobat seseorang bisa berubah atau hilang begitu saja. Di sinilah DML SQL INSERT UPDATE DELETE SELECT berperan: empat perintah yang memberi kamu kendali atas isi basis data, mulai dari memasukkan, mengubah, menghapus, sampai membaca data. Artikel ini adalah bagian ke-14 dari 16 seri Kuliah Basis Data. Setelah membaca, kamu mampu menjelaskan DML dan membedakan keempat perintahnya lewat contoh data pasien. Siap? Kita mulai!

Apa Itu DML dalam SQL? Kenalan dengan Empat Jurusnya

Di artikel sebelumnya, kamu sudah belajar DDL (Data Definition Language), yaitu perintah untuk membangun struktur seperti tabel. Kalau DDL adalah membangun gedung rumah sakit lengkap dengan rak arsipnya, maka DML (Data Manipulation Language) adalah pekerjaan harian petugas: menaruh berkas baru, mengoreksi isi berkas, membuang berkas yang salah, dan mencari berkas yang dibutuhkan dokter.

📐 DEFINISI UTAMA

DML adalah kelompok perintah SQL untuk memanipulasi isi data di dalam tabel yang sudah ada: INSERT menambah, UPDATE mengubah, DELETE menghapus, dan SELECT membaca data (Silberschatz dkk., 2019).

Kenapa mahasiswa RMIK wajib paham ini? Karena hampir semua pekerjaanmu nanti bersinggungan dengan data. Pendaftaran pasien memakai INSERT. Koreksi kesalahan penulisan identitas memakai UPDATE. Pembersihan data ganda memakai DELETE. Laporan kunjungan bulanan, daftar penyakit terbanyak, sampai pencarian berkas pasien lama semuanya bertumpu pada SELECT. Aplikasi SIMRS yang kamu pakai saat magang pun diam-diam menjalankan keempat perintah ini setiap kali kamu menekan tombol simpan, ubah, hapus, atau cari.

Supaya contohnya konsisten, sepanjang artikel ini kita memakai dua tabel sederhana milik klinik fiktif: pasien (identitas) dan kunjungan (riwayat berobat). Kolom no_rm adalah nomor rekam medis yang menghubungkan keduanya.

Perintah Fungsi Analogi Contoh di RMIK
INSERTMenambah baris baruMenaruh map pasien baru di rakRegistrasi pasien baru
UPDATEMengubah isi dataMencoret dan menulis ulang di berkasKoreksi alamat atau diagnosis
DELETEMenghapus barisMengeluarkan map dari rakMembuang data input ganda
SELECTMembaca atau menampilkan dataMeminta petugas mencarikan berkasDaftar kunjungan hari ini
⚡ Insight Penting
Sebagian buku menaruh SELECT di kelompok tersendiri bernama DQL (Data Query Language). Namun buku teks basis data klasik memasukkan bahasa query ke dalam DML karena SELECT juga bekerja pada data (Elmasri & Navathe, 2016). Di mata kuliah ini, kita pakai pandangan itu: keempatnya satu keluarga DML.

INSERT dan SELECT: Dua Jurus Pertama dalam DML SQL

Mulai dari yang paling sering kamu pakai. Setiap kali pasien baru mendaftar, sistem menjalankan INSERT. Setiap kali petugas membuka riwayat berobat, sistem menjalankan SELECT. Dua perintah ini adalah roti dan mentega pekerjaan RMIK.

Langkah menambah dan membaca data pasien

1
Pastikan tabelnya ada. Jalankan struktur dari DDL dulu. Kalau tabel belum ada, INSERT pasti gagal.
📄 struktur_tabel.sql
CREATE TABLE pasien (
  no_rm         VARCHAR(10) PRIMARY KEY,
  nama_pasien   VARCHAR(100) NOT NULL,
  tgl_lahir     DATE,
  jenis_kelamin CHAR(1),
  alamat        VARCHAR(150)
);

CREATE TABLE kunjungan (
  id_kunjungan  INT PRIMARY KEY AUTO_INCREMENT,
  no_rm         VARCHAR(10),
  tgl_kunjungan DATE,
  poli          VARCHAR(50),
  diagnosis     VARCHAR(100),
  kode_icd10    VARCHAR(10),
  FOREIGN KEY (no_rm) REFERENCES pasien(no_rm)
);
2
Masukkan data dengan INSERT. Tulis nama kolom secara eksplisit supaya urutan nilainya tidak tertukar.
📄 insert_pasien.sql
INSERT INTO pasien (no_rm, nama_pasien, tgl_lahir, jenis_kelamin, alamat)
VALUES ('RM-0001', 'Siti Aminah', '1990-05-14', 'P', 'Banjarbaru');

INSERT INTO kunjungan (no_rm, tgl_kunjungan, poli, diagnosis, kode_icd10)
VALUES
  ('RM-0001', '2026-10-05', 'Poli Umum', 'Hipertensi esensial', 'I10'),
  ('RM-0001', '2026-10-12', 'Poli Umum', 'Nasofaringitis akut', 'J00');
3
Baca hasilnya dengan SELECT. Gunakan WHERE untuk menyaring dan ORDER BY untuk mengurutkan. Hindari SELECT * kalau kamu hanya butuh beberapa kolom.
📄 select_kunjungan.sql
SELECT no_rm, tgl_kunjungan, poli, diagnosis, kode_icd10
FROM kunjungan
WHERE no_rm = 'RM-0001'
ORDER BY tgl_kunjungan DESC;

Perhatikan juga bahwa SELECT bersifat hanya-baca. Perintah ini tidak mengubah satu pun isi tabel, jadi aman kamu jalankan berkali-kali saat berlatih. Inilah alasan para praktisi menjadikannya langkah pertama sebelum menyentuh data dengan perintah lain. Kalau ragu, jalankan SELECT dulu, lihat hasilnya, baru putuskan langkah berikutnya.

Klausa WHERE adalah saringanmu. Kamu bisa memakai operator perbandingan seperti =, >, dan <, atau LIKE untuk mencari pola nama, misalnya semua pasien yang namanya diawali "Siti". Kamu juga bisa menggabungkan beberapa syarat dengan AND dan OR. Contohnya, tampilkan kunjungan Poli Umum pada bulan Oktober 2026 saja. Semakin tepat syaratmu, semakin cepat petugas menemukan berkas yang dicari, dan semakin kecil pula peluang salah baca data.

💡 Tips
Biasakan menulis daftar kolom di INSERT. Kalau suatu hari tabel pasien ditambah kolom baru lewat DDL, perintah INSERT tanpa daftar kolom langsung error, sedangkan yang menulis kolom eksplisit tetap aman.

UPDATE dan DELETE: Mengubah dan Menghapus Data Tanpa Panik

Dua perintah ini punya kekuatan besar, jadi butuh kehati-hatian ekstra. UPDATE mengubah nilai yang sudah ada, sedangkan DELETE membuang baris secara utuh. Keduanya bekerja pada baris yang cocok dengan syarat WHERE. Tanpa WHERE, mereka bekerja pada seluruh baris di tabel. Bayangkan satu klinik dengan 20.000 pasien yang tiba-tiba semuanya beralamat sama. Mengerikan, bukan?

Ada satu jebakan lagi yang sering membuat mahasiswa bingung saat praktikum. Kalau kamu mencoba menghapus baris di tabel pasien padahal pasien itu masih punya riwayat di tabel kunjungan, DBMS akan menolak dan menampilkan pesan error karena ada foreign key yang menghubungkan keduanya. Jangan kesal dulu. Penolakan itu justru fitur pelindung. DBMS menjaga supaya tidak ada data kunjungan yang "yatim", yaitu menunjuk ke pasien yang sudah tidak ada. Urutan yang benar: hapus atau nonaktifkan data anak (kunjungan) terlebih dulu, baru data induknya (pasien).

📄 update_delete.sql
-- Mengoreksi alamat pasien yang pindah domisili
UPDATE pasien
SET alamat = 'Martapura'
WHERE no_rm = 'RM-0001';

-- Menghapus data kunjungan yang terinput ganda
DELETE FROM kunjungan
WHERE id_kunjungan = 2;
⚠️ Perhatian
Jangan pernah menjalankan UPDATE atau DELETE tanpa WHERE di data sungguhan. Ingat juga bahwa rekam medis adalah dokumen yang harus dijaga keakuratan, keamanan, dan kerahasiaannya sebagaimana diatur dalam Permenkes No. 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis (Kemenkes RI, 2022). Penghapusan data pasien di sistem nyata tidak boleh asal klik.
🔍 Analisis: Hapus Sungguhan atau Tandai Saja?
Hard delete (DELETE)
  • Baris hilang permanen dari tabel
  • Cocok untuk data uji coba atau input ganda
  • Berisiko memutus riwayat yang harus tersimpan
Soft delete (UPDATE status)
  • Baris tetap ada, hanya diberi status nonaktif
  • Riwayat dan jejak data terjaga
  • Pilihan yang lebih aman untuk data kesehatan

Caranya: tambah kolom status_aktif lewat DDL, lalu jalankan UPDATE pasien SET status_aktif = 0 WHERE no_rm = 'RM-0001';. Dengan begitu, SELECT bisa menyaring data aktif tanpa membuang apa pun.

Praktik Aman DML SQL INSERT UPDATE DELETE SELECT untuk Data Kesehatan

Di dunia nyata, kesalahan DML hampir selalu berasal dari kurang teliti, bukan kurang pintar. Lupa WHERE, salah mengetik nomor rekam medis, atau menjalankan perintah di database yang keliru adalah tiga penyebab paling umum. Kabar baiknya, semuanya bisa dicegah dengan kebiasaan sederhana. Anggap saja seperti petugas farmasi yang selalu membaca ulang nama obat sebelum menyerahkannya kepada pasien: sedikit lebih lama, jauh lebih aman.

Kebiasaan kecil bisa menyelamatkan kamu dari kesalahan besar. Ikuti alur lima langkah ini setiap kali akan mengubah atau menghapus data:

1
Cek dulu dengan SELECT. Tulis SELECT * FROM kunjungan WHERE id_kunjungan = 2; dan pastikan baris yang muncul memang yang kamu maksud.
2
Ubah SELECT menjadi UPDATE atau DELETE. Syarat WHERE yang sama langsung kamu salin, jadi tidak ada yang terlupa.
3
Buka transaksi. Jalankan START TRANSACTION; sebelum perintah perubahan, supaya hasilnya bisa dibatalkan.
4
Verifikasi hasil. Jalankan SELECT lagi. Kalau sesuai, ketik COMMIT;. Kalau meleset, ketik ROLLBACK;.
5
Catat perubahan. Tulis alasan, waktu, dan siapa yang mengubah. Di dunia rekam medis, jejak perubahan adalah bagian dari akuntabilitas.
📄 alur_aman.sql
START TRANSACTION;

UPDATE kunjungan
SET diagnosis = 'Diabetes melitus tipe 2', kode_icd10 = 'E11.9'
WHERE id_kunjungan = 1;

SELECT id_kunjungan, diagnosis, kode_icd10
FROM kunjungan
WHERE id_kunjungan = 1;

-- Jika sudah benar:
COMMIT;
-- Jika salah:
-- ROLLBACK;
🔥 Fakta Menarik
Bahasa SQL lahir di IBM pada awal 1970-an dengan nama awal SEQUEL, dan baru distandardisasi ANSI pada pertengahan 1980-an (Date, 2004). Para pengembang sering menyebut empat perintah DML sebagai CRUD: Create, Read, Update, Delete. Jadi kalau kamu paham DML, kamu sebenarnya sudah paham fondasi hampir semua aplikasi data.
💡 Tips Praktikum
Latihan di database uji coba, bukan database klinik sungguhan. Banyak aplikasi mengaktifkan mode autocommit secara bawaan, sehingga perubahan langsung permanen. Karena itu, kebiasaan membuka transaksi lebih dulu sangat berguna. Cek perilaku DBMS yang kamu pakai di dokumentasi resminya (MySQL, 2024).

Kesimpulan: Empat Jurus, Satu Kebiasaan Hati-Hati

Kamu sudah mengenal DML SQL INSERT UPDATE DELETE SELECT sebagai empat perintah untuk mengelola isi data. INSERT menambah baris, UPDATE mengubah nilai, DELETE membuang baris, dan SELECT membaca data. Bedanya dengan DDL jelas: DDL membangun struktur, DML mengelola isinya.

Pegangan terpentingnya sederhana: selalu pakai WHERE pada UPDATE dan DELETE, cek dengan SELECT sebelum mengubah, dan pakai transaksi. Untuk data kesehatan, pertimbangkan soft delete agar riwayat pasien tetap terjaga.

Pernah salah menghapus data waktu praktikum? Ceritakan di kolom komentar, siapa tahu kisahmu menyelamatkan teman lain. Kalau artikel ini membantu, bagikan ke teman satu angkatan ya!

💬 Tulis Komentar 🚀 Bagikan Artikel
#BasisData #Database #RMIK #DML #SQL #InsertUpdateDelete
🏷️ Label: DML SQL INSERT UPDATE DELETE SELECT Kuliah Basis Data · Artikel 14 dari 16

Daftar Referensi

  1. Date, C. J. (2004). An Introduction to Database Systems (8th ed.). Addison-Wesley.
  2. Elmasri, R., & Navathe, S. B. (2016). Fundamentals of Database Systems (7th ed.). Pearson.
  3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis.
  4. MySQL. (2024). MySQL 8.0 Reference Manual. Oracle Corporation. https://dev.mysql.com/doc/refman/8.0/en/
  5. Silberschatz, A., Korth, H. F., & Sudarshan, S. (2019). Database System Concepts (7th ed.). McGraw-Hill.
📚
ARTIKEL UTAMA

Daftar Isi Kuliah Basis Data

Artikel ini bagian dari seri 16 pertemuan. Lihat peta lengkap materinya di sini.

Buka Daftar Isi →

No comments:

Post a Comment

saifiahmada.com adalah blog belajar programming Indonesia, membahas lengkap materi bahasa pemrograman: code HTML, CSS, Bootstrap, Desain, PHP, MySQL, coding Java, Query, SQL, dan dunia linux