PHP Artisan Migrate Laravel – Cara Mengelola Database Tanpa Ribet
Kalau kamu sudah pernah pakai Laravel, pasti sering dengar perintah:
php artisan migrate
Tapi sebenarnya, apa itu PHP Artisan Migrate di Laravel?
Kenapa hampir semua project Laravel wajib pakai migrate, dan kenapa developer profesional jarang sekali bikin tabel langsung lewat phpMyAdmin?
Di artikel ini kita bahas tuntas, santai, dan pakai contoh nyata.
Apa Itu PHP Artisan Migrate di Laravel?
PHP Artisan Migrate adalah fitur Laravel untuk membuat dan mengelola struktur database menggunakan kode, bukan klik-klik manual.
Dengan migrate, kamu bisa:
Membuat tabel
Menambah kolom
Mengubah struktur database
Menghapus tabel
semua lewat file PHP yang tersimpan rapi di dalam project.
Laravel akan menyimpan riwayat perubahan database, jadi tim kamu bisa sinkron.
Kenapa Laravel Wajib Pakai Migration?
Kalau kamu bikin tabel manual lewat phpMyAdmin, biasanya akan muncul masalah:
Database di laptop A beda dengan server
Developer B lupa kolom tertentu
Tidak tahu perubahan apa yang pernah dibuat
Dengan php artisan migrate, semua masalah itu hilang karena:
Struktur database tersimpan di Git
Bisa diputar ulang
Bisa rollback
Inilah yang membuat Laravel terlihat “enterprise-ready”.
Cara Membuat Migration di Laravel
Untuk membuat file migration, gunakan:
php artisan make:migration create_employees_tableLaravel akan membuat file di folder:
database/migrations/
Contohnya:
Schema::create('employees', function (Blueprint $table) { $table->bigIncrements('id'); $table->timestamps(); });tambahkan beberapa baris (untuk membuat kolom) seperti kode pada gambar ini:
File inilah yang menjadi blueprint database kamu.
Menjalankan PHP Artisan Migrate
Setelah file migration siap, jalankan:
php artisan migrate
Laravel akan:
Membaca semua migration yang belum dijalankan
Membuat tabel sesuai kode
Menyimpan status di tabel
migrations
Kalau sukses, tabel langsung muncul di database tanpa kamu buka phpMyAdmin.
Cek Status Migration
Untuk melihat migration mana yang sudah dijalankan:
php artisan migrate:status
Ini penting kalau project sudah besar dan banyak perubahan.
Rollback: Membatalkan Migration
Kalau kamu salah bikin struktur tabel, kamu bisa rollback:
php artisan migrate:rollback
Laravel akan menghapus migration terakhir yang dijalankan. Tampilan di phpMyAdmin menyisakan 1 tabel migrations saja, sedangkan tabel lain dihapus.
Kalau mau rollback semua:
php artisan migrate:reset
Kalau mau ulang dari awal:
php artisan migrate:fresh
Biasanya ini dipakai saat development.
Mengubah Struktur Tabel dengan Migration
Misalnya kamu ingin menambah kolom phone di tabel users:
php artisan make:migration add_phone_to_employees_tableCreated Migration: 2026_01_15_043509_add_phone_to_employees_table
Isi filenya:
Schema::table('employees', function (Blueprint $table) { $table->string('phone')->nullable(); });Lalu jalankan lagi:
php artisan migrate
Tidak perlu drop tabel, Laravel akan update otomatis.
Kesalahan Umum Saat Menggunakan php artisan migrate
Beberapa error yang sering muncul:
1. Database belum dibuat
Pastikan database di MySQL sudah ada dan .env sudah benar.
2. Table already exists
Biasanya karena kamu membuat tabel manual di phpMyAdmin.
Solusinya: hapus tabel itu atau gunakan migrate:fresh.
3. Migration tidak jalan
Cek apakah file migration sudah benar dan tidak ada syntax error.
Kenapa Developer Profesional Wajib Pakai Migration
Di dunia kerja, kamu akan:
Pindah server
Kerja tim
Deploy ke production
Kalau tidak pakai migration:
database akan jadi mimpi buruk 😅
Dengan PHP Artisan Migrate Laravel, kamu punya:
Versi database
Dokumentasi struktur
Kontrol penuh
Penutup
Kalau kamu ingin menguasai Laravel secara serius,
maka php artisan migrate bukan pilihan — tapi kewajiban.
Dan kalau digabung dengan:
php artisan db:seed
php artisan config
php artisan cache
…kamu sudah berada di level developer Laravel profesional.
No comments:
Post a Comment