metada object request laravel | java php laravel linux mysql sql bootstrap html css query java php laravel linux mysql sql bootstrap html css query: metada object request laravel

Wednesday, January 14, 2026

metada object request laravel

Menampilkan dan Memahami Semua Data yang Dibawa oleh Object Request di Laravel

Dalam pengembangan aplikasi berbasis Laravel, khususnya sistem besar seperti Sistem Informasi Akademik, hampir semua proses penting bergantung pada data yang dikirim dari user ke server. Data itu dibungkus dan dikelola oleh satu objek inti bernama Request.

Sayangnya, banyak developer hanya menggunakan $request->input('field') tanpa benar-benar memahami apa saja yang sebenarnya dibawa oleh objek Request.

Padahal, Request di Laravel menyimpan:

Artikel ini akan membahas secara lengkap dan praktis bagaimana:

  1. Melihat isi object Request

  2. Jenis data yang dikandung Request

  3. Cara menampilkannya

  4. Contoh penggunaannya di Laravel (khususnya Laravel 6–10)

Apa itu Object Request di Laravel?

Request adalah representasi dari permintaan HTTP yang dikirim dari browser atau client ke aplikasi Laravel.

Contohnya:

  • Ketika user klik tombol "Simpan"

  • Ketika dosen input nilai

  • Ketika admin login

  • Ketika prodi submit sebaran MK

Semua data itu dikirim sebagai HTTP Request, dan Laravel membungkusnya dalam object:

Illuminate\Http\Request

Biasanya kita akses lewat:

public function store(Request $request)

atau:

request()

Cara Melihat Seluruh Isi Object Request

Cara paling cepat dan paling sering dipakai developer profesional adalah:

dd($request->all());

atau

dd(request()->all());

Ini akan menampilkan semua data input dari form, query string, dan body request.

Contoh hasil:

array:5 [
  "nim" => "202301001"
  "nama" => "Ahmad"
  "nilai" => "85"
  "_token" => "eyJpdiI6..."
  "semester" => "5"
]

Menampilkan Data Request yang Lebih Lengkap

Kalau kamu ingin melihat bukan hanya input, tapi juga metadata request, gunakan:

dd(request());

Ini akan menampilkan object raksasa berisi:

  • Path

  • Method

  • Header

  • Session

  • Cookies

  • Route

  • Files

  • IP

Data URL & Routing

Laravel menyimpan banyak informasi tentang URL dan routing di dalam Request.

Menampilkan URL lengkap

request()->url();

Menampilkan path

request()->path();

Contoh:

sido/nilai

Menampilkan segmen URL

request()->segment(1);
request()->segment(2);

Contoh URL:

/sido/nilai/123

Maka:

segment(1) = sido
segment(2) = nilai
segment(3) = 123

Ini sangat berguna untuk:

  • Membedakan modul SIDO dan Prodi

  • Membedakan halaman publik dan admin

Data HTTP Method

Laravel menyimpan metode request:

request()->method();   // GET, POST, PUT, DELETE
request()->isMethod('post');

Ini sering dipakai untuk:

  • Form submit

  • API

  • Validasi

Data Input

Laravel menyediakan banyak cara membaca input:

$request->input('nim');
$request->get('nim');
$request->nim;

Untuk semua data:

$request->all();
$request->only(['nim','nama']);
$request->except('_token');

Data File Upload

Jika user upload file:

$request->file('foto');
$request->hasFile('foto');

Detail file:

$file = $request->file('foto');
$file->getClientOriginalName();
$file->getSize();
$file->getMimeType();

Data Session di Request

Laravel otomatis membawa session:

request()->session()->all();
session('tahunAkademik');
session('prodiId');

Ini sangat penting di sistem akademik.

Data User yang Login

Request juga membawa user:

request()->user();
auth()->user();

Kita bisa membaca:

  • id

  • role

  • permission

  • dosen_id

Data Route


request()->route()->getName();
request()->route()->uri();

Contoh:

dosen.simpanNilai
akademik.simpanNilai

Ini bisa dipakai untuk:

  • Membedakan input dosen vs prodi

  • Redirect otomatis

  • Security

Data Header & IP

request()->header('User-Agent');
request()->ip();
request()->server();

Berguna untuk:

  • Audit

  • Log keamanan

  • Monitoring

Contoh Kasus Nyata

Misalnya kamu ingin tahu apakah request datang dari dosen atau akademik:

$isDosen = request()->route()->getName() == 'dosen.simpanNilai';

Atau:

$isSido = request()->segment(1) == 'sido';

Debug Request secara Profesional

Developer Laravel profesional sering pakai:

dd([
    'url' => request()->url(),
    'path' => request()->path(),
    'method' => request()->method(),
    'route' => request()->route()->getName(),
    'user' => auth()->user(),
    'data' => request()->all(),
]);

Ini adalah alat debug paling ampuh di Laravel.

Kesimpulan

Object Request di Laravel bukan sekadar wadah input form.
Ia adalah jantung komunikasi antara user dan aplikasi.

Di dalamnya terdapat:

  • Data form

  • URL

  • Route

  • Method

  • User

  • Session

  • Files

  • Header

  • IP

Jika kamu menguasai Request, maka kamu menguasai:

  • Keamanan

  • Validasi

  • Workflow

  • Akses kontrol

  • Arsitektur aplikasi

Dalam sistem informasi, pemahaman ini adalah wajib.

No comments:

Post a Comment

saifiahmada.com adalah blog belajar programming Indonesia, membahas lengkap materi bahasa pemrograman: code HTML, CSS, Bootstrap, Desain, PHP, MySQL, coding Java, Query, SQL, dan dunia linux